Rokan Hilir, – Pemangku Adat Kenegerian Kubu menyatakan dukungan penuh kepada Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau atas kejadian yang dinilai telah mencoreng marwah dan kehormatan budaya Melayu di Kota Pekanbaru dalam beberapa waktu terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh seluruh Pemangku Adat Kenegerian Kubu sebagai bentuk kepedulian terhadap nilai-nilai adat dan budaya Melayu yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat.
Pemangku Adat Kenegerian Kubu menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak hanya menjadi persoalan biasa, melainkan telah menyentuh nilai-nilai kehormatan dan jati diri masyarakat Melayu.
“Kami menyatakan dukungan penuh kepada LAMR Riau dalam menyikapi kejadian ini. Marwah Melayu adalah kehormatan yang wajib dijaga bersama dan tidak boleh dinodai oleh pihak manapun, jangan meraja raja di negeri Para Raja, ini merupakan penghinaan terhadap tokoh tokoh Melayu Riau.,”
Adat Melayu sarat dengan nilai kesopanan, etika, dan penghormatan terhadap sesama. Oleh karena itu, setiap tindakan yang bertentangan dengan nilai tersebut harus menjadi perhatian bersama dan disikapi secara arif serta bijaksana.
Pemangku Adat Kenegerian Kubu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan serta tidak terprovokasi oleh berbagai isu yang dapat memperkeruh suasana.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, menjaga persatuan, dan mempercayakan penyelesaian kepada pihak yang berwenang serta lembaga adat,”.
Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga serta melestarikan nilai-nilai budaya Melayu di tengah tantangan zaman.
Sebagai penutup, Pemangku Adat Kenegerian Kubu menegaskan komitmennya untuk terus menjaga marwah Melayu dan mendukung setiap upaya yang dilakukan demi kehormatan adat dan negeri.
“Adat dijunjung, marwah dipelihara, negeri dijaga bersama.”












