KPOTI Riau Ajak Keluarga Pekanbaru Hidupkan Lagi Permainan Tradisional

Enam permainan rakyat tradisional dimainkan bersama ayah, ibu, dan anak di Future Islamic School Pekanbaru

PEKANBARU – Halaman Future Islamic School (FIS) Pekanbaru riuh oleh tawa dan sorak keluarga, Minggu (8/11/2026). Ayah, ibu, dan anak-anak bermain bersama dalam kegiatan pengenalan permainan tradisional Riau oleh Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Provinsi Riau. Kegiatan ini terselenggara bersama Ibu Profesional Pekanbaru Kebanggaan Keluarga, The Human Safety Net, serta Grow Together Make It Matter, dan berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Ketua KPOTI Riau, Candra Alpiat, S.Pd., M.Pd., hadir langsung memandu jalannya permainan. Ia didampingi pengurus KPOTI Riau, Septiandi Putra, S.E., M.M.

Peserta diajak mencoba enam permainan tradisional yang hidup di tengah masyarakat Riau:

• Egrang kayu dan egrang batok: melatih keseimbangan dan kesabaran.
• Galah panjang: permainan beregu yang mengasah strategi dan kerja sama.
• Gasing: menguji ketangkasan tangan.
• Congklak: melatih berhitung dan berpikir.
• Lari balok: menuntut koordinasi tangan dan kaki.

Momen paling menarik terlihat ketika para orang tua ikut turun ke lapangan. Ada ayah yang berusaha menjaga keseimbangan di atas egrang, ada ibu yang kompak menghadang anak-anaknya di lapangan galah panjang. Banyak orang tua mengaku bernostalgia karena permainan ini mereka mainkan semasa kecil.

Seorang ayah peserta mengaku senang bisa bermain bersama buah hatinya. “Permainan ini dulu kami mainkan waktu kecil. Sekarang bisa dikenalkan langsung ke anak, dan ternyata mereka sangat menikmatinya. Ini momen kebersamaan yang jarang kami dapat,” ujarnya.

Kebahagiaan serupa diungkapkan salah seorang ibu. “Saya sangat bahagia dengan acara ini. Anak-anak lepas dari gawai, bergerak aktif, tertawa, dan belajar sportif. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan,” tuturnya.

Bagi KPOTI Riau, kegiatan ini sejalan dengan upaya menghidupkan kembali permainan tradisional di tengah keluarga. Permainan rakyat dinilai bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana berolahraga, mempererat hubungan orang tua dan anak, serta menanamkan nilai kejujuran, kerja sama, dan sportivitas. Di tengah derasnya arus gawai, permainan seperti ini menghadirkan ruang bermain yang sehat sekaligus menjaga warisan budaya Melayu agar tetap dikenal generasi muda.

Baca Juga:  Oknum OJK Inisial S dan PT Buana Finance Diduga Intimidasi Dan Perdaya Konsumen

KPOTI Riau berharap kolaborasi bersama komunitas keluarga dan lembaga pendidikan dapat terus berlanjut, sehingga permainan tradisional kembali dimainkan di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Tentang KPOTI
Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) dibentuk melalui Musyawarah Nasional pada Desember 2019. KPOTI menjadi wadah pegiat, pengrajin, dan peneliti permainan rakyat, dengan lebih dari 2.600 permainan tradisional Indonesia yang telah terdata. Di Provinsi Riau, KPOTI dipimpin oleh Candra Alpiat, S.Pd., M.Pd.(ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *