Peng Suyoto Kembali Pimpin ASBF, Sambut Dukungan Rp400 Triliun untuk UKM di 2027

PEKANBARU – Musyawarah Nasional (Munas) Asia Small Business Federation (ASBF) Indonesia yang berlangsung pada 6–7 November 2026 di Pekanbaru menjadi momentum penting untuk memperkuat peran organisasi dalam mendorong pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Munas yang dihadiri perwakilan dari delapan wilayah ini kembali memberikan kepercayaan kepada Peng Suyoto untuk memimpin ASBF Indonesia selama tiga tahun ke depan.(7/11)

Dalam pertemuan dengan Peng Suyoto pada Jumat (6/11), Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan dukungan sebesar **Rp400 triliun untuk UKM pada tahun 2027**. Dukungan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor UKM dan membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk berkembang.

Menanggapi hal tersebut, Peng Suyoto menyambut baik komitmen pemerintah dan menekankan pentingnya peran ASBF sebagai organisasi yang tidak hanya menaungi pelaku UKM, tetapi juga membantu meningkatkan kapasitas dan kesiapan bisnis mereka agar dapat memanfaatkan berbagai peluang dukungan yang tersedia.

“Dukungan pemerintah sebesar Rp400 triliun untuk UKM pada tahun 2027 merupakan peluang besar yang perlu dioptimalkan. ASBF ingin mengambil peran nyata dengan menjadi penggerak dan pendamping UKM, membantu mereka meningkatkan kapasitas, memperkuat daya saing, serta mempersiapkan bisnis agar lebih siap berkembang.” ujar Peng Suyoto.

Gubernur Riau menyambut positif inisiatif tersebut dan mendorong agar kolaborasi ASBF dengan berbagai pihak, khususnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dapat dikembangkan untuk memperluas manfaat dukungan pemerintah bagi UKM.

“Kami menyambut baik inisiatif ASBF. Penguatan kapasitas UKM oleh ASBF sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendukung UKM pada tahun 2027. Kami berharap kolaborasi ini dapat dikembangkan bersama berbagai pihak, khususnya OJK, sehingga dukungan yang tersedia benar-benar memberikan manfaat bagi pelaku UKM,” ungkap SF Hariyanto.

Baca Juga:  Perayaan Natal di Rutan Pekanbaru Penuh Kehangatan Bersama Warga Binaan dan Keluarga

Dalam pembukaan Munas, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr. H. Syahrial Abdi, A.P., M.Si., juga menyoroti besarnya potensi ekonomi Riau yang dapat dikembangkan oleh UKM, khususnya melalui hilirisasi. Riau memiliki lebih dari 280 produk turunan kelapa sawit (CPO) yang membuka peluang bagi UKM untuk terlibat dalam rantai nilai industri. Selain itu, Riau juga memiliki salah satu perkebunan kelapa terluas di Indonesia, dengan potensi pengembangan produk turunan kelapa yang masih terbuka lebar.

Melalui Munas ini, ASBF Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat jaringan dan kapasitas UKM, baik di tingkat nasional maupun Asia. Saat ini, ASBF Indonesia memiliki delapan pengurus wilayah dan jaringan Asia yang mencakup 14 negara dan kawasan.

Munas ASBF Indonesia 2026 diharapkan menjadi titik penguatan sinergi antara potensi daerah, komitmen pemerintah, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mendorong UKM Indonesia naik kelas dan semakin berdaya saing.

Terkhusus di ASBF Regional Riau, dimana organisasinya akan terus berbenah walau baru dilantik sejak April 2026. “sejatinya, dengan segala potensi dan dukungan, kita ingin turut berperan dalam memberi warna dunia usaha sehingga peningkatan kesejahteraan bagi UMKM juga terwujud” tutup Alfa Frisa Septania CEO ASBF Regional Riau. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *