Bengkalis (Koalisinews.com), — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Rakyat Anti Korupsi (DPD LSM BARA-API) Riau, Jasril Rz, mengecam keras dugaan perjalanan wisata yang dilakukan para Kepala Sekolah (Kepsek) se-Kecamatan Bathin Solapan (Batsol), Kabupaten Bengkalis, ke Sumatera Utara pada Jumat (30/1/2026), di tengah kondisi defisit anggaran daerah yang tengah dikeluhkan masyarakat.
Jasril menilai perjalanan tersebut tidak hanya melukai rasa keadilan publik, tetapi juga patut diduga sarat kepentingan dan berpotensi melanggar prinsip tata kelola keuangan yang bersih dan transparan.
“Pertanyaannya sangat mendasar, anggaran perjalanan itu bersumber dari mana? Mengapa hanya Kepsek se-Kecamatan Bathin Solapan yang berangkat, sementara kecamatan lain tidak?” tegas Jasril, Sabtu (31/1/2026).
Menurutnya, kegiatan yang disebut-sebut sebagai study tour tersebut jelas bertolak belakang dengan visi, misi, dan program pemerintah, yang seharusnya memprioritaskan efisiensi anggaran serta kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan kelompok tertentu.
Lebih jauh, Jasril juga menyoroti dugaan keterlibatan pihak sponsor, yakni penerbit Quadra, yang disebut-sebut mengakomodir perjalanan para Kepsek tersebut.
“Kami mempertanyakan secara serius, apa kapasitas dan kepentingan sponsor ini? Apakah ini bentuk fee dari kerja sama penjualan buku sekolah, atau bentuk komitmen tertentu antara penerbit dan para Kepsek?” ungkapnya.
DPD LSM BARA-API Riau mendesak instansi terkait untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap sumber dan penggunaan anggaran perjalanan tersebut. Jika tidak ada langkah konkret, pihaknya memastikan akan melaporkan kasus ini ke Aparat Penegak Hukum (APH) serta menggelar aksi sebagai bentuk tekanan publik.
“Kami tidak akan tinggal diam. Jika perlu, kami akan bongkar ke publik sumber anggaran perjalanan ini,” tegas Jasril.
Tak hanya itu, Jasril juga mendesak Bupati Bengkalis untuk segera melakukan evaluasi total terhadap kinerja seluruh Kepsek di Kecamatan Bathin Solapan, serta mencopot Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis yang dinilai lalai dan gagal melakukan pengawasan terhadap bawahannya.
“Ini bentuk pembiaran yang serius. Jika Kadisdik tidak tahu, itu kelalaian. Jika tahu dan membiarkan, itu jauh lebih berbahaya,” tandasnya.
Diketahui, terdapat 10 Kepala Sekolah yang diduga mengikuti perjalanan tersebut, yakni:
SMPN 1 Bathin Solapan
SMPN 2 Bathin Solapan
SMPN 3 Bathin Solapan
SMPN 4 Bathin Solapan
SMPN 5 Bathin Solapan
SMPN 6 Bathin Solapan
SMPN 7 Bathin Solapan
SMPN 8 Bathin Solapan
SMPN 9 Bathin Solapan
SMPN 10 Bathin Solapan
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp di nomor 0812-8474-9xxx, namun hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan. Sikap bungkam tersebut justru menambah kecurigaan awak media terkait kemungkinan adanya keterlibatan atau pembiaran dalam perjalanan para Kepsek tersebut.
Redaksi membuka ruang klarifikasi kepada seluruh pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan para Kepala Sekolah, guna memastikan pemberitaan tetap berimbang dan objektif, khususnya terkait perjalanan ke Pulau Samosir, Danau Toba, yang menggunakan jasa Travel Jendra.
(Red/Tim)












