BEM FEB UNILAK Tegaskan Perlawanan Total terhadap Narkoba, Mahasiswa Siap Jadi Garda Terdepan Bersama BNN Kota Pekanbaru

Pekanbaru — Gelombang perlawanan terhadap narkoba kembali ditegaskan. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lancang Kuning (BEM FEB UNILAK), Yosua Antonius P. S., menyerukan konsolidasi besar mahasiswa untuk memperkuat sinergi bersama Badan Narkotika Nasional Kota Pekanbaru dalam menghadapi ancaman nyata peredaran narkoba di Pekanbaru.

Dalam pernyataan resminya, Yosua menegaskan bahwa narkoba bukan sekadar persoalan hukum, tetapi ancaman serius terhadap masa depan generasi muda dan keberlangsungan bangsa. Ia menilai, situasi hari ini menuntut keberanian sikap dan aksi nyata, bukan sekadar retorika.

“Ini bukan lagi soal imbauan, ini soal perlawanan. Mahasiswa tidak boleh diam ketika masa depan generasi dirusak oleh narkoba. Kita harus berdiri, bergerak, dan melawan secara kolektif,” tegas Yosua dengan penuh penekanan.

BEM FEB UNILAK menyatakan kesiapan penuh untuk membangun gerakan yang lebih progresif dan berdampak. Tidak hanya sebatas dukungan moral, tetapi melalui langkah konkret yang terukur dan berkelanjutan. Di antaranya, penguatan edukasi bahaya narkoba di lingkungan kampus, ekspansi sosialisasi ke sekolah-sekolah, hingga pembentukan kader-kader mahasiswa anti-narkoba yang siap menjadi ujung tombak perubahan.

Lebih jauh, Yosua menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif dan keberanian untuk bertindak. Menurutnya, perang melawan narkoba membutuhkan gerakan masif yang melibatkan seluruh elemen, terutama mahasiswa sebagai agen perubahan yang memiliki daya kritis dan kekuatan mobilisasi.

“Kita tidak boleh memberi ruang sedikit pun bagi narkoba. Kampus harus menjadi benteng moral, tempat lahirnya generasi yang bersih, berintegritas, dan berani mengatakan tidak terhadap narkoba,” ujarnya.

Sinergi dengan BNN Kota Pekanbaru dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat upaya preventif dan represif. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan gerakan terpadu yang tidak hanya menyasar kesadaran individu, tetapi juga membangun sistem sosial yang lebih kuat dalam menolak narkoba.

Baca Juga:  Penuh Semangat, Dengan Gotong Royong Tingkatkan Kebersamaan Sekaligus Ciptakan Lingkungan Lapas Pekanbaru Yang Bersih Dan Nyaman

BEM FEB UNILAK juga mendorong keterlibatan aktif seluruh civitas akademika, organisasi mahasiswa, serta stakeholder lainnya untuk bersama-sama membangun gerakan kolektif yang berkelanjutan. Menurut Yosua, perubahan besar hanya bisa tercapai jika seluruh elemen bergerak dalam satu barisan.

“Kami tidak ingin gerakan ini berhenti sebagai wacana. Ini harus menjadi gerakan nyata, gerakan yang terasa dampaknya, dan gerakan yang mampu menyelamatkan generasi,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Yosua menyampaikan seruan terbuka kepada seluruh mahasiswa di Provinsi Riau untuk mengambil sikap tegas.

“Ini saatnya kita menentukan posisi. Diam atau melawan. Kami memilih melawan. Bersama BNN Kota Pekanbaru, kami siap menjadi garda terdepan dalam memutus rantai peredaran narkoba. Selamatkan generasi, selamatkan masa depan,” tutupnya.

Dengan semangat kolektif dan komitmen yang kuat, gerakan mahasiswa diharapkan mampu menjadi kekuatan moral sekaligus sosial dalam menciptakan Riau yang bersih dari narkoba dan lebih bermartabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *