ROKAN HULU – Di tengah tuntutan efisiensi anggaran, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rokan Hulu tidak hanya dituntut membangun infrastruktur baru, tetapi juga mencari cara agar penanganan kerusakan jalan tetap berjalan dengan sumber daya yang terbatas.
Salah satu strategi yang dilakukan adalah memanfaatkan kembali material aspal sisa pekerjaan jalan yang masih layak pakai.
Langkah tersebut menjadi salah satu sorotan dalam talk show “Surambi Nogori, Bupati Menyapa” dengan tema “Infrastruktur Berkualitas, Rokan Hulu Maju: Membangun Konektivitas, Menggerakkan Ekonomi, Meningkatkan Kesejahteraan.”
Kepala Dinas PUPR Rohul H. Zulfikri, ST tampil sebagai narasumber utama, didampingi Dr. Hj. Hidayati, S.Kom., M.Pd.I dan Mawardi Azhar, ST., MM, Kabid Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappeda Rohul.
Bukan Sekadar Aspal Bekas
Pemanfaatan material sisa bukan sekadar persoalan menghemat bahan.
Bagi PUPR Rohul, material yang masih memenuhi kelayakan dapat dimanfaatkan kembali untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan, khususnya kerusakan ringan hingga sedang.
Contohnya terlihat pada 6 Agustus 2026. Jajaran PUPR Rohul memanfaatkan serpihan aspal sisa pekerjaan jalan untuk menangani sejumlah titik jalan berlubang di kawasan Perkantoran Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Zulfikri bersama jajaran Bidang Jalan dan Jembatan.
Saat itu, kegiatan turut didampingi Rezki Rades, ST, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Dinas PUPR Rohul.
Material yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah tersebut dikembalikan untuk mendukung pemeliharaan jalan.
Konsepnya sederhana: yang masih bernilai jangan langsung dibuang.
Di tengah keterbatasan anggaran, pendekatan seperti ini dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas jangkauan penanganan kerusakan jalan tanpa selalu bergantung pada material baru.
Efisiensi Bukan Berarti Mengorbankan Kualitas
Meski demikian, penggunaan material sisa tidak boleh dimaknai sebagai jalan pintas.
Aspal bekas hanya layak dimanfaatkan apabila kondisi dan karakteristik materialnya memenuhi kebutuhan pekerjaan. Spesifikasi teknis, kualitas material dan metode pelaksanaan tetap menjadi faktor penting.
Dengan demikian, efisiensi anggaran harus berjalan beriringan dengan kualitas pekerjaan.
PUPR dituntut memastikan setiap material yang digunakan benar-benar memberikan manfaat dan hasil pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.
Swakelola Percepat Respons
Strategi efisiensi PUPR Rohul juga dilakukan melalui pendekatan swakelola dalam pemeliharaan jalan.
Pola tersebut memungkinkan penanganan kerusakan tertentu dilakukan lebih cepat berdasarkan kondisi lapangan, terutama ketika kerusakan membutuhkan respons segera.
Bagi masyarakat, kecepatan menjadi penting.
Jalan berlubang yang dibiarkan terlalu lama bukan hanya mengganggu kenyamanan perjalanan, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan dan memperbesar tingkat kerusakan.
Karena itu, pemeliharaan menjadi bagian penting dari strategi menjaga kemantapan jalan.
Jangan Tunggu Jalan Rusak Parah
PUPR Rohul juga melakukan pemeliharaan berdasarkan kondisi lapangan.
Sejumlah ruas yang masuk dalam penanganan antara lain Jalan Lingkar KM 4 Pasir Pengaraian, Banjar Datar–Rokan IV Koto, Tambusai Timur–Lubuk Kerapat, serta Dalu-Dalu–Pekan Tebih.
Pendekatan pemeliharaan dini menjadi penting karena biaya penanganan kerusakan ringan pada prinsipnya lebih terkendali dibandingkan ketika kerusakan sudah berkembang menjadi berat.
Dengan anggaran yang terbatas, strategi tersebut menjadi semakin relevan.
Menjaga jalan yang sudah ada bisa sama pentingnya dengan membangun jalan baru.
Tantangan Berikutnya: PUPR Harus Berbasis Data
Ke depan, efisiensi infrastruktur tidak cukup hanya dengan memanfaatkan aspal sisa.
PUPR Rohul juga dapat memperkuat sistem pemetaan kondisi jalan dan jembatan berbasis digital atau GIS, membangun database kerusakan infrastruktur, memperluas penggunaan material daur ulang yang memenuhi standar, serta memperkuat kanal pengaduan masyarakat.
Data tersebut kemudian dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan dan pemeliharaan.
Dengan begitu, anggaran tidak hanya mengikuti banyaknya usulan, tetapi diarahkan berdasarkan tingkat kerusakan, urgensi, konektivitas, potensi ekonomi dan manfaat langsung bagi masyarakat.
Infrastruktur Harus Menggerakkan Ekonomi
Pembangunan infrastruktur pada akhirnya bukan hanya soal beton, aspal atau jembatan.
Jalan yang baik menghubungkan desa dengan pusat ekonomi. Jembatan membuka akses. Irigasi mendukung pertanian. Drainase mengurangi risiko genangan. Tata ruang menentukan arah pertumbuhan wilayah.
Semua itu berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, strategi PUPR dalam menghadapi efisiensi anggaran menjadi penting untuk memastikan pembangunan tetap bergerak.
Aspal bekas mungkin terlihat sederhana. Namun ketika material yang masih layak dapat dimanfaatkan kembali, biaya ditekan, respons dipercepat dan jalan tetap terawat, di situlah efisiensi mulai memberikan manfaat nyata.
Tantangannya kini adalah memastikan inovasi tersebut tidak berhenti pada pemanfaatan material sisa, tetapi berkembang menjadi sistem pengelolaan infrastruktur yang lebih efisien, berbasis data, transparan dan berorientasi pada manfaat masyarakat.
Melalui talk show “Surambi Nogori, Bupati Menyapa”, PUPR Rohul menunjukkan bahwa menghadapi era efisiensi tidak selalu berarti mengurangi pelayanan.
Dengan inovasi dan skala prioritas, keterbatasan anggaran justru dapat mendorong pemerintah mencari cara kerja yang lebih cerdas.HRd












