antaGo Lahir di Pasir Pengaraian, Kini Beroperasi di 14 Kota Indonesia

ROKAN HULU (Koalisinews.com), – Aplikasi transportasi dan layanan antar berbasis digital, antaGo, menjadi salah satu sorotan dalam gelaran Expo Technopreneur dan Budaya Melayu Riau 2026 yang berlangsung di Rokan Hulu, Riau.

Di hadapan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat yang memadati lokasi expo, CEO dan Founder antaGo, Fadli Ardi, menyampaikan bahwa platform yang dirintis dari daerah kini telah berkembang secara nasional.

“antaGo lahir di Pasir Pengaraian dan saat ini berjalan di nasional,” ujar Fadli saat memberikan sambutan.

Pernyataan tersebut mendapat apresiasi dari peserta expo karena menunjukkan bahwa inovasi teknologi tidak hanya lahir dari kota-kota besar, tetapi juga dapat tumbuh dari daerah.

Saat ini, antaGo tercatat telah beroperasi di 14 kota di Indonesia, termasuk Pasir Pengaraian sebagai kota kelahirannya. Ekspansi tersebut menjangkau sejumlah wilayah strategis, mulai dari Banda Aceh, Jakarta, Bekasi, Tangerang, Palembang hingga Balikpapan.

Keberhasilan antaGo menembus berbagai daerah dinilai menjadi bukti bahwa pelaku teknologi dari daerah mampu bersaing di tengah ketatnya industri layanan digital nasional.

Expo Technopreneur dan Budaya Melayu Riau 2026 sendiri mengusung semangat pengembangan inovasi berbasis kearifan lokal.

Selain menghadirkan kompetisi technopreneur dengan hadiah bagi para pemenang, kegiatan ini juga melibatkan pelaku UMKM, komunitas kreatif, serta berbagai pertunjukan budaya Melayu.

Sebanyak ratusan voucher promosi juga dibagikan kepada pengunjung, sementara berbagai stan usaha dan teknologi lokal mendapat kesempatan memperkenalkan produk dan layanan mereka kepada masyarakat.

Ketua panitia menyampaikan bahwa expo tersebut bertujuan mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berjiwa wirausaha tanpa meninggalkan identitas budaya daerah.

“Melalui expo ini, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi dan budaya dapat berjalan beriringan. Generasi muda harus mampu berinovasi di era digital sekaligus menjaga serta melestarikan warisan budaya Melayu,” ujarnya.

Baca Juga:  Waspada Jangan-jangan Bagi Petugas Pemasyarakatan, Lapas Pasir Pangarayan Geledah Kamar Hunian Warga Binaan

Kehadiran antaGo dalam expo tersebut menjadi contoh nyata bagaimana inovasi digital dapat tumbuh dari daerah dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat, mulai dari pengemudi, pelaku UMKM, hingga konsumen yang memanfaatkan layanan berbasis aplikasi.

Di sisi lain, sejumlah pihak juga menilai pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan kegiatan pengembangan ekonomi kreatif dan digital agar manfaat yang dihasilkan benar-benar dirasakan masyarakat luas serta mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.

Dengan perjalanan dari Pasir Pengaraian hingga menjangkau berbagai kota di Indonesia, antaGo menjadi salah satu contoh berkembangnya ekosistem teknologi daerah yang mampu tampil di panggung nasional.Hrd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *