Pekanbaru – (koalisinews.com) Badan Pengawas dan Konsultasi Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (BPK ISMEI) Ade Nanda Febrian menyampaikan apresiasi atas langkah dan kepemimpinan Satu Tahun Pemerintahan Kota Pekanbaru, Bapak Agung Nugroho dan Markarius Anwar dalam merealisasikan pembangunan Tugu Simpang Arifin di Pekanbaru tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Rumah Sakit Awal Bros.
Pimpinan BPK ISMEI, Ade Nanda, menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk inovasi dan kreativitas dalam tata kelola pembangunan daerah. Menurutnya, optimalisasi CSR merupakan solusi alternatif yang tepat untuk mendukung pembangunan infrastruktur kota tanpa membebani keuangan daerah.
“Kami mengapresiasi kepemimpinan satu tahun Bapak Agung Nugroho yang mampu menghadirkan pembangunan ikon kota tanpa menggunakan APBD. Pemanfaatan dana CSR menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam membangun daerah,” ujar Ade Nanda.
BPK ISMEI menilai pembangunan Tugu Simpang Arifin bukan hanya sekadar proyek fisik, tetapi juga simbol kolaborasi dan komitmen bersama dalam memperindah wajah kota. Keberadaan tugu tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas kota serta meningkatkan estetika kawasan strategis di Pekanbaru.
Sebagai organisasi mahasiswa ekonomi, BPK ISMEI juga menekankan pentingnya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana CSR agar tetap sesuai dengan regulasi dan kepentingan publik.
“Kami berharap pola pembangunan berbasis kolaborasi seperti ini terus dikedepankan, namun tetap mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi kepada masyarakat,” tegas Ade Nanda.
BPK ISMEI Ade Nanda berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan pembangunan yang inovatif, efisien, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat luas demi kemajuan Provinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru.












